JENIS TANAMAN SUMBER PAKAN TRIGONA SP YANG MENYEDIAKAN PAKAN SEPANJANG
TAHUN
Produk yang dihasilkan oleh Trigona sp adalah berupa madu, pollen dan propolis. Ketiga produk
tersebut sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok pakan disekitar tempat budidaya.
Sumber pakan lebah Trigona sp berasal
dari tanaman yang mengandung nectar, pollen dan resin. Sumber pakan tersebut bisa
berasal dari tanaman kayu-kayuan, buah-buahan, tanaman pertanian, bunga liar
dan tanaman bunga hias. Untuk menghasilkan madu yang melimpah maka perlu
diperhatikan jenis tanamaan yang sangat disukai oleh Trigona sp dan dapat tersedia sepanjang tahun yaitu dengan
cara penamanan tanaman penghasil nectar,
pollen dan propolis disekitar tempat budidaya. Ada beberapa jenis tanaman yang direkomendasikan
sebagai sumber pakan yang disukai oleh Trigona sp dan dapat tersedia sepanjang
tahun antara lain :
1. Bunga Air Mata Pengantin
Bunga Air Mata Pengantin memiliki nama lain yaitu coral vine
juga disebut chain of love dan
Mexican creeper (Antigonon). Bunga ini termasuk
kelompok tumbuhan merambat (liana) anggota famili Polygonaceae. Bunga Air Mata Pengantin berbentuk hati, dan
terkadang berbentuk segitiga dengan dimensi panjang 2,5 hingga 7,5 cm. Jenis
bunga ini mempunyai dua warna yaitu merah muda dan putih.
Bunga Air Mata Pengantin merupakan bunga yang
mengandung nektar dan pollen sehingga disukai oleh serangga penyerbuk
(polinator) seperti kumbang, kupu-kupu, lebah, dan semut. Dapat diperbanyak
dengan menggunakan metode merunduk, stek batang dan biji.
Tumbuhan air mata pengantin pun menjadi salah satu tanaman hias luar
ruangan yang bandel, mudah ditanam dan pelihara. Keistimewaan tananaman ini
adalah berbunga terus tanpa mengenal musim. Karena bunga ini dapat tumbuh merambat maka
paling cocok digunakan untuk dirambatkan ke anyaman besi pada pergola, pagar
sebagai peneduh di halaman rumah. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan cepat tumbuh
dan menjadi gulma apabila dibiarkan tidak terawat.
2. Bunga Batavia
Bunga Batavia memiliki nama lain
Peregrina (Inggris), Pattawia (Thailand) dan Qin ye ying (Cina). Bunga ini
termasuk Famili Euphorbiaceae spesies
Jatropha. Tumbuhan berbatang kayu ini memiliki bunga
kecil-kecil berkelompok pada tangkai yang muncul diujung ranting.
Memiliki dua macam warna yaitu merah jambu dan merah tua. Daunnya
berbentuk oval berukuran 5 – 7 cm. Tanaman ini tidak tumbuh terlalu tinggi.
Bunga Batavia memiliki
bunga yang mengandung nectar dan pollen
sehingga tanaman Batavia merupakan tanaman yang sangat disukai oleh kumbang,
kupu-kupu lebah, semut dan burung kolibri.
Tanaman ini termasuk perdu hias yang berbunga sepanjang tahun. Bisa tumbuh dimana saja, asalkan cukup air dan sinar matahari. Mudah diperbanyak baik dengan cangkok batang, stek maupun biji.
3. Bunga Santos Lemon
Bunga santos lemon memiliki nama latin Xanthostemon
chrysanthus, merupakan tanaman hias yang bunganya sekilas menyerupai bunga jambu air/bunganya yang berbentuk jarum. Memiliki
panjang daun sekitar 15 cm, jenis bunga ini memiliki dua warna yaitu warna
Merah dan Kuning.
Tanaman ini termasuk salah satu dari tanaman bunga penghasil nektar dan
pollen, sehingga sangat disukai oleh lebah atau tawon. Kelebihan tanaman santos
lemon adalah rajin berbunga sepanjang musim menjadikan tanaman ini sebagai
pilihan oleh para peternak lebah untuk dibudidaya.
Perbanyakan tanaman
santos lemon dengan cara stek dan biji. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari
banyak sehingga cocok ditanam pada tempat terbuka.
4. Pohon Nangka
Nangka memiliki nama lain yaitu jackfruit
(inggris) dengan nama ilmiah Artocarpus heterophyllus. Pohon nangka
termasuk ke dalam Famili Moraceae.
Pohon nangka
umumnya berukuran sedang, batang bulat silindris, tajuknya padat dan lebat,
melebar dan membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhan
mengeluarkan getah putih pekat
apabila dilukai.
Daun tunggal, tersebar, bertangkai 1–4 cm, helai daun agak tebal
seperti kulit, kaku, bertepi rata, bulat telur terbalik sampai jorong
(memanjang) 3,5-12 × 5–25 cm, dengan pangkal menyempit sedikit demi
sedikit, dan ujung pendek runcing atau agak runcing. Daun penumpu bulat telur
lancip, panjang sampai 8 cm, mudah rontok dan meninggalkan bekas serupa
cincin.
Tumbuhan nangka berumah satu (monoecious), perbungaan muncul pada ketiak daun pada pucuk
yang pendek dan khusus, yang tumbuh pada sisi batang atau cabang tua. Bunga
jantan dalam bongkol berbentuk gada atau gelendong 1-3 × 3–8 cm, dengan
cincin berdaging yang jelas di pangkal bongkol, hijau tua, dengan serbuk sari
kekuningan dan berbau harum samar apabila masak. Bunga nangka disebut babal.
Setelah melewati umur masaknya, babal akan membusuk (ditumbuhi kapang) dan menghitam semasa
masih di pohon, sebelum akhirnya terjatuh. Bunga betina dalam bongkol tunggal
atau berpasangan, silindris atau lonjong, hijau tua.
Buah majemuk (syncarp) berbentuk gelendong memanjang, seringkali
tidak merata, panjangnya hingga 100 cm, pada sisi luar membentuk duri
pendek lunak. Daging buah, yang sesungguhnya adalah perkembangan dari tenda bunga, berwarna kuning keemasan apabila masak, berbau harum-manis yang keras,
berdaging, kadang-kadang berisi cairan (nektar) yang manis. Biji berbentuk
bulat lonjong sampai jorong agak gepeng, panjang 2–4 cm, berturut-turut
tertutup oleh kulit biji yang tipis coklat seperti kulit, endokarp yang liat
keras keputihan, dan eksokarp yang lunak. Keping bijinya tidak setangkup.
Nangka sudah bisa ditanam di pot dan menjadi hiasan di pekarangan rumah,
oleh karena itu tanaman angka sangat mudah untuk dibudiayakan dan menjadi
sumber pakan Trigona sp. Tanaman angka angka semua bagian batangnya
menghasilkan getah berwarna putih dengan cara dilukai dan pada buah angka yang
masih muda. Pollen terdapat pada bunga angka dan pada bunga angka yang sudah
menghitam semasa masih dipohon. Sedangkan sumber nectar terdapat pada buah angka
yang sudah matang. Kelebihan tanaman angka ini menghasilkan getah sepanjang
tahun dengan perlakuan di lukai.