Permenpan RB Nomor 73 Tahun 2020 Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan
PERSEMAIAN SWADAYA
PERSEMAIAN SWADAYA
PADA KTH PUTRA HARAPAN
Sengon atau albasia, merupakan jenis tanaman kayu-kayuan yang
menjadi primadona bagi sebagian besar masyarakat pemilik lahan kering. Selain pertumbuhannya cepat dan berumur
relativ pendek, juga harga jual kayunya cukup tinggi dan stabil serta dari
waktu ke waktu cenderung meningkat.
Seiring dengan hal tersebut, maka kebutuhan bibit sengon/albasia
semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat
dari banyaknya para penangkar bibit yang mengembangkan jenis sengon/albasia
tersebut untuk dijual kepada masyarakat yang membutuhkannya. Penjualan bibit sengon sudah dilakukan/dijual
secara keliling (menggunakan mobil pickup) bahkan sudah dijual secara online
yang notabene asal usul benih dari bibit tersebut tidak jelas.
Bibit sengon/albasia yang berkulitas baik adalah bibit yang
bersumber dari pohon induk yang baik dan atau sudah disetifikasi bahkan
seharusnya bibit tersebut berasal persemaian yang dekat dengan lokasi tanaman
agar bibit yang dihasilkan sudah beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Sedangkan bibit sengon/albasia yang beredar
dimasyarakat sebagian besar tidak jelas asal-usulnya, artinya apakah bibit berasal
dari pohon induk yang baik atau bukan.
Melihat prosefek tersebut, Kelompok Tani Hutan (KTH) Putra Harapan yang merupakan salah satu KTH
yang ada di Kecamatan Gunungtanjung, memiliki keinginan untuk membuat
persemaian sengon secara swadaya.
Kendala yang dihadapi oleh KTH Putra Harapan dalam membuat persemaian
tersebut adalah belum mengetahui dan menguasai pengetahuan serta keterampilan
dalam membuat persemaian Sengon.
Memperhatikan kendala yang d hadapi oleh KTH Putra Harapan
tersebut, maka Penyuluh Kehutanan wilayah Kec. Gunungtanjung berupaya membantu memecahkan
kendala tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan Pendidikan
dan latihan bagi petani melalui Kursus Tani.
Kursus Tani merupakan proses belajar mengajar bagi pelaku utama beserta
keluarganya yang diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya adalah
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan pengalaman petani. Proses kegiatan
belajar-mengajar dalam kursus tani “belajar sambil melakukan dan belajar dengan
melihat”.
Dengan cara tersebut, KTH Putra Harapan bisa berpartisifasi aktif,
mengerjakan, memecahkan masalah dan dapat belajar dari pengalaman. Materi yang
diajarkan meliputi perlakuan benih sengon, pembuatan bedeng sapih, penaburan
benih sengon, pengisian polybag, penyapihan bibit, pembuatan naungan dan
pemeliharaan.
Setelah selesai pelaksanaan kegiatan Kursus Tani tersebut, KTH
Putra Harapan telah membuat persemaian Sengon/albasia secara swadaya sebanyak
3.000 batang, dimana masing-masing anggota KTH sebanyak 15 orang membuat bibit
sengon sebanyak 50 batang. Untuk
persemaiannya dibuat pada 2 titik dan disimpan secara bersama-sama serta pemeliharaannya
juga dilakukan secara bersama-sama sehingga semua anggota yang terlibat dalam
pembuatan persemaian berpartisipasi aktif, mengerjakan dan memecahkan masalah
dan dapat belajar dari pengalaman. Ada pun Permasalahan yang ditemukan oleh
setiap anggota dipecahkan/dibahas pada setiap pertemuan kelompok sehingga bisa berbagi
pengalaman.
Untuk mengembangkan usaha persemaian, kedepannya KTH Putra Harapan
berencana akan membuat persemaian jenis-jenis yang lain seperti Manggis, Petai,
Nangka, Balsa, Manglid, Kamper dan lain-lain. Usaha persemaian tersebut
ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan bibit di kecamatan Gunungtanjung khusunya
dan Kabupaten Tasikmalaya pada umumnya.
PAKAN TRIGONA sp
JENIS TANAMAN SUMBER PAKAN TRIGONA SP YANG MENYEDIAKAN PAKAN SEPANJANG
TAHUN
Produk yang dihasilkan oleh Trigona sp adalah berupa madu, pollen dan propolis. Ketiga produk tersebut sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok pakan disekitar tempat budidaya. Sumber pakan lebah Trigona sp berasal dari tanaman yang mengandung nectar, pollen dan resin. Sumber pakan tersebut bisa berasal dari tanaman kayu-kayuan, buah-buahan, tanaman pertanian, bunga liar dan tanaman bunga hias. Untuk menghasilkan madu yang melimpah maka perlu diperhatikan jenis tanamaan yang sangat disukai oleh Trigona sp dan dapat tersedia sepanjang tahun yaitu dengan cara penamanan tanaman penghasil nectar, pollen dan propolis disekitar tempat budidaya. Ada beberapa jenis tanaman yang direkomendasikan sebagai sumber pakan yang disukai oleh Trigona sp dan dapat tersedia sepanjang tahun antara lain :
1. Bunga Air Mata Pengantin
Bunga Air Mata Pengantin memiliki nama lain yaitu coral vine juga disebut chain of love dan Mexican creeper (Antigonon). Bunga ini termasuk kelompok tumbuhan merambat (liana) anggota famili Polygonaceae. Bunga Air Mata Pengantin berbentuk hati, dan terkadang berbentuk segitiga dengan dimensi panjang 2,5 hingga 7,5 cm. Jenis bunga ini mempunyai dua warna yaitu merah muda dan putih.
Bunga Air Mata Pengantin merupakan bunga yang mengandung nektar dan pollen sehingga disukai oleh serangga penyerbuk (polinator) seperti kumbang, kupu-kupu, lebah, dan semut. Dapat diperbanyak dengan menggunakan metode merunduk, stek batang dan biji.
Tumbuhan air mata pengantin pun menjadi salah satu tanaman hias luar ruangan yang bandel, mudah ditanam dan pelihara. Keistimewaan tananaman ini adalah berbunga terus tanpa mengenal musim. Karena bunga ini dapat tumbuh merambat maka paling cocok digunakan untuk dirambatkan ke anyaman besi pada pergola, pagar sebagai peneduh di halaman rumah. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan cepat tumbuh dan menjadi gulma apabila dibiarkan tidak terawat.
2. Bunga Batavia
Bunga Batavia memiliki nama lain
Peregrina (Inggris), Pattawia (Thailand) dan Qin ye ying (Cina). Bunga ini
termasuk Famili Euphorbiaceae spesies
Jatropha. Tumbuhan berbatang kayu ini memiliki bunga
kecil-kecil berkelompok pada tangkai yang muncul diujung ranting.
Memiliki dua macam warna yaitu merah jambu dan merah tua. Daunnya
berbentuk oval berukuran 5 – 7 cm. Tanaman ini tidak tumbuh terlalu tinggi.
Bunga Batavia memiliki bunga yang mengandung nectar dan pollen sehingga tanaman Batavia merupakan tanaman yang sangat disukai oleh kumbang, kupu-kupu lebah, semut dan burung kolibri.
Tanaman ini termasuk perdu hias yang berbunga sepanjang tahun. Bisa tumbuh dimana saja, asalkan cukup air dan sinar matahari. Mudah diperbanyak baik dengan cangkok batang, stek maupun biji.
3. Bunga Santos Lemon
Bunga santos lemon memiliki nama latin Xanthostemon
chrysanthus, merupakan tanaman hias yang bunganya sekilas menyerupai bunga jambu air/bunganya yang berbentuk jarum. Memiliki
panjang daun sekitar 15 cm, jenis bunga ini memiliki dua warna yaitu warna
Merah dan Kuning.
Tanaman ini termasuk salah satu dari tanaman bunga penghasil nektar dan pollen, sehingga sangat disukai oleh lebah atau tawon. Kelebihan tanaman santos lemon adalah rajin berbunga sepanjang musim menjadikan tanaman ini sebagai pilihan oleh para peternak lebah untuk dibudidaya.
Perbanyakan tanaman santos lemon dengan cara stek dan biji. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari banyak sehingga cocok ditanam pada tempat terbuka.
4. Pohon Nangka
Nangka memiliki nama lain yaitu jackfruit (inggris) dengan nama ilmiah Artocarpus heterophyllus. Pohon nangka termasuk ke dalam Famili Moraceae.
Pohon nangka umumnya berukuran sedang, batang bulat silindris, tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhan mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai.
Daun tunggal, tersebar, bertangkai 1–4 cm, helai daun agak tebal seperti kulit, kaku, bertepi rata, bulat telur terbalik sampai jorong (memanjang) 3,5-12 × 5–25 cm, dengan pangkal menyempit sedikit demi sedikit, dan ujung pendek runcing atau agak runcing. Daun penumpu bulat telur lancip, panjang sampai 8 cm, mudah rontok dan meninggalkan bekas serupa cincin.
Tumbuhan nangka berumah satu (monoecious), perbungaan muncul pada ketiak daun pada pucuk yang pendek dan khusus, yang tumbuh pada sisi batang atau cabang tua. Bunga jantan dalam bongkol berbentuk gada atau gelendong 1-3 × 3–8 cm, dengan cincin berdaging yang jelas di pangkal bongkol, hijau tua, dengan serbuk sari kekuningan dan berbau harum samar apabila masak. Bunga nangka disebut babal. Setelah melewati umur masaknya, babal akan membusuk (ditumbuhi kapang) dan menghitam semasa masih di pohon, sebelum akhirnya terjatuh. Bunga betina dalam bongkol tunggal atau berpasangan, silindris atau lonjong, hijau tua.
Buah majemuk (syncarp) berbentuk gelendong memanjang, seringkali tidak merata, panjangnya hingga 100 cm, pada sisi luar membentuk duri pendek lunak. Daging buah, yang sesungguhnya adalah perkembangan dari tenda bunga, berwarna kuning keemasan apabila masak, berbau harum-manis yang keras, berdaging, kadang-kadang berisi cairan (nektar) yang manis. Biji berbentuk bulat lonjong sampai jorong agak gepeng, panjang 2–4 cm, berturut-turut tertutup oleh kulit biji yang tipis coklat seperti kulit, endokarp yang liat keras keputihan, dan eksokarp yang lunak. Keping bijinya tidak setangkup.
Nangka sudah bisa ditanam di pot dan menjadi hiasan di pekarangan rumah, oleh karena itu tanaman angka sangat mudah untuk dibudiayakan dan menjadi sumber pakan Trigona sp. Tanaman angka angka semua bagian batangnya menghasilkan getah berwarna putih dengan cara dilukai dan pada buah angka yang masih muda. Pollen terdapat pada bunga angka dan pada bunga angka yang sudah menghitam semasa masih dipohon. Sedangkan sumber nectar terdapat pada buah angka yang sudah matang. Kelebihan tanaman angka ini menghasilkan getah sepanjang tahun dengan perlakuan di lukai.






